www.ramuan-herbal.comBerhubungan-Intim-Saat-Hamil-6-9-Bulan-Amankah – Saat Istri sedang hamil tentunya para suami akan mulai bingung, bolehkah berhubungan intim dengan istri dikala istri hamil?

Sebenarnya menurut para dokter berhubungan seks saat hamil boleh dilakukan bahkan dianjurkan, jika hal tersebut tidak di sertai gangguan kesehatan dari sang istri atau kandungannya lemah.

Hubungan Intim Saat Hamil Aman?

Sebagian wanita hamil mungkin merasa enggan berhubungan seks di masa kehamilan, terutama di trimester pertama saat sering merasa mual dan lelah. Suami Anda barangkali juga khawatir hubungan seksual akan membahayakan bayi dalam kandungan. Padahal, selama tidak ada masalah dalam kehamilan Anda, berhubungan seks tidak akan membawa dampak buruk bagi janin.

Posisi Aman Berhubungan Seks Saat Hamil

Di satu sisi, posisi hubugan intim tradisional, pria di atas, menjadi posisi yang paling nyaman untuk wanita hamil. Namun di sisi lain, wanita hamil yang terlalu lama berbaring telentang dapat membuat pembuluh darahnya tertekan oleh janin. Kondisi yang sering terjadi pada trimester ketiga ini menyebabkan tekanan pada panggul dan membuat kepala pening. Sehingga posisi lain yang dianjurkan adalah senggama dari belakang atau samping.

Sementara, seks oral aman dilakukan selama pasangan Anda tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Tiupan ini dapat mengakibatkan pembuluh darah terhambat dan menyebabkan emboli udara. Kondisi yang dapat mempengaruhi jantung ini mengakibatkan konsekuensi yang mengancam nyawa bayi.

Selain itu, seks anal atau seks melalui anus tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan persebaran infeksi bakteri dari dubur ke vagina. Aktivitas ini juga tidak dianjurkan terutama pada wanita hamil yang mengidap hemoroid.
Saat berhubungan seks, Anda juga disarankan menggunakan kondom untuk mencegah kemungkinan infeksi yang dapat membahayakan kesehatan bayi dan kehamilan Anda.

Adakah Risiko yang Mungkin Timbul?

Bayi Anda dilindungi cairan ketuban dan otot yang kokoh menopang rahim. Orgasme dengan atau tanpa senggama tidak akan menyebabkan bayi Anda lahir prematur. Namun hubungan seks dapat tetap berisiko menyebabkan gangguan pada janin, yaitu:

•    Kromosom yang tidak normal atau sejumlah kondisi lain dapat berpotensi menyebabkan keguguran.
•    Kontraksi uterus. Namun jenis kontraksi ini berbeda dengan yang Anda rasakan menjelang kelahiran bayi.
Meski berhubungan seks saat hamil pada umumnya aman, namun ada beberapa kondisi saat ibu hamil sebaiknya menghindari aktivitas ini:

•    Mengalami pendarahan yang tidak terjelaskan.
•    Mengalami kebocoran air ketuban.
•    Punya riwayat persalinan prematur.
•    Leher rahim terbuka terlalu awal.
•    Mengalami placenta privea, yaitu saat plasenta melekat pada bagian bawah rahim sehingga menutupi bukaan leher rahim.

Solusi Jika Takut Berhubungan Intim

Fluktuasi hormon, mual, dan kelelahan dapat membuat Anda enggan bersenggama. Ini merupakan hal yang normal. Ada banyak cara untuk mempertahankan intimasi, seperti memijat, memeluk, mencium. Hubungan seksual juga dapat dilakukan tanpa senggama. Saling menghubungi lewat telepon dan pesan singkat juga adalah cara termudah untuk tetap dekat.

Pertanyaan dari pasien tentang hubungan intim saat hamil 6-7 Bulan

Dok, saya mau tanya… Usia kandungan saya sekarang sudah memasuki 36/37 mggu ,, suami saya merengek meminta berhubungan intim dok tapi saya menolak karna waktu Usia kandungan memasuki usia 7 bulan saya mengalami perut kencang lalu say kontrol ke bidan langganan saya dan bidan saya pun berkata jangan berhubungan intim dulu ya buk bilang ke bapak…  bisa di kawatirin anak nya lahir prematur

saran dokter gimana ya ??

Jawaban dokter

Selamat sore,
Hubungan seksual selama kehamilan bukan merupakan larangan. Boleh saja jika ingin melakukan hubungan seksual dengan suami anda. Kondisi yang sebaiknya TIDAK melakukan hubungan seksual adalah :

•    Memiliki riwayat keguguran atau persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
•    Jika ada perdarahan atau flek dari vagina
•    Plasenta previa (plasenta letak rendah, plasenta berada di pintu serviks), bahaya jika melakukan hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan hebat.
•    Ketuban pecah dini
•    Inkompetensi serviks (pintu serviks terbuka secara dini tanpa adanya kontraksi, biasa pada wanita yang memiliki riwayat sering keguguran)

Jika anda tidak memiliki kondisi diatas, maka hubungan intim diperbolehkan.Perlu diperhatikan bahwa saat orgasme dan saat sperma masuk keduanya memiliki hormon prostaglandine yang dapat memicu rasa kontraksi, namun bukan kontraksi yang dapat menyebabkan proses persalinan (jenis kontraksi yang berbeda).

Perlu diperhatikan pula mengenai posisi, agar mencari posisi yang nyaman dan aman bagi anda. Jika pasangan memiliki riwayat infeksi menular seksual atau infeksi di organ kelamin maka sebaiknya hindari hubungan seksual atau gunakan kondom untuk mencegah penularan.

Hubungan Intim di Usia 8-9 bulan

Menjelang persalinan, ibu hamil (bumil) disarankan tetap aktif bergerak melakukan kegiatannya sehari-hari untuk merangsang pergerakan kepala bayi ke rongga panggul (saluran lahir).

Pergerakan ini menyebabkan saraf di sekitar panggul menjadi tertekan sehingga memunculkan rasa nyeri yang pada gilirannya menyebabkan kontraksi pada rahim.

“Kondisi ini akan membantu mempermudah bumil dalam proses persalinan,” kata dr Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, Mkes, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Siloam Hospital Semanggi di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, lanjut dia, bumil juga disarankan untuk rutin berhubungan intim dengan suami setelah kehamilannya menginjak usia sembilan bulan (trisemester ketiga).

“Karena sperma dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang berguna untuk membantu terjadinya kontraksi pada rahim untuk mempermudah proses persalinan,” jelas Ardi.

Namun ia mengingatkan kepada pasangan suami istri (pasutri) untuk menjaga kesehatan dan kebersihan genitalia agar bakteri tidak masuk ke dalam rahim. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena bila bakteri masuk ke dalam rahim bisa membocorkan air ketuban.

Selain berhubungan intim, lanjut Ardi, merangsang puting bumil juga bisa dilakukan agar tubuh memproduksi oksitosin yang dikenal pula dengan sebutan hormon cinta. Cara ini juga, kata dia, dapat membantu mempermudah bumil dalam proses persalinan. Alodokter.com

Semoga artikel “Berhubungan Intim Saat Hamil 6 – 9 Bulan Amankah?” dapat membantu Anda menjawab pertanyaan Anda, terimakasih…….