Bolehkah-Menggunakan-Obat-Tahan-Lama-Dalam-IslamBanyak sekali pertanyaan yang masuk dalam, salah satunya adalah “Bolehkah Menggunakan Ramuan Tahan Lama Dalam Islam?”. Berikut ini adalah salah satu pertanyaan dari seseorang yang bertanya tentang “Bolehkah Menggunakan Ramuan Tahan Lama Dalam Islam?”

Pertanyaan: saya ingin bertanya, apa hukum menggunakan ramuan penambah stamina pria dan bagaimana hukum memperjualbelikannya dalam agama islam?

(Abdurrahman, Yogyakarta)

Jawaban:

Pada pembahasan sebelumnya sudah kami jawab apakah boleh menggunakan obat penambah stamina dalam islam?jawabannya adalah boleh, tentunya pembolehan ramuan yang bermanfaat dan halal serta tidak membahayakan seseorang atau berefek samping.

Adapun memperjualbelikan ramuan tahan lama tersebut, hal ini diperbolehkan selama obat itu halal dan bermanfaat bagi konsumen yang membelinya. Wallahu a’lam.

Pertanyaan Lain:

Assalamualaikum.. saya mau bertanya, menurut syariat bolehkah kita menggunakan ramuan minyak oles agar tidak ED dan bisa tahan lama keluar airmani pada saat berhubungan, mohon petunjuk dan nasihatnya syukron katsir ya ustad.

via Tanya Ustadz for Android

Jawaban:

Wa alaikumus salam Wa rahmatullah

kita sebagai mahluk ciptaan Allah yang berakal dan beragama islam tentu tahu bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik. Allah memerintahkan kepada para suami untuk bersikap sebaik mungkin terhadap istrinya (husnul mu’asyarah), Allah berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Bersikaplah yang baik kepada istri-istri kalian. Apabila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa: 19).

dari hadis di atas dapat diketahui bahwa hadis tersebut membahas tentang masalah keluarga, dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa syariat islam sangat menganjurkan terwujudnya keluarga sakinah. Dalam agama islam, Allah memerintahkan para istri untuk taat dan berkhidmat kepada suami, sebaliknya, Allah perintahkan suami untuk memberikan husnul mu’asyarah (sikap terbaik bagi istrinya). Termasuk di dalamnya, memenuhi nafkah lahir batin semampunya.

Dan suatu hadis dari Anas bin Malik secara marfu’,

إذا غشي الرجل أهله فليصدقها، فإن قضى حاجته ولم تقض حاجتها فلا يعجلها

Apabila suami menggauli istrinya, hendaknya dia membenarkan istrinya. Jika suami telah ‘keluar’ sementara istri belum ‘keluar’, maka janganlah suami terburu-buru. (HR. Abdurrazaq dalam al-Mushannaf, no. 10468).

meskipun hadis tersebut sangat lemah sanadnya, akan tetapi, hadis di atas maknanya sesuai dengan prinsip umum dalam berumah tangga yang bahagia, memberikan hak yang sama kepada istri sebagaimana hak yang dimiliki suami.

Al-Mardawi berkata,

فالمقصود أن على الرجل إعفاف زوجته والحرص على أن تستمتع بالجماع كما يستمتع هو به، ويتخذ الأسباب المؤدية إلى ذلك كأن يعرض نفسه على طبيب، أو يستعمل علاجاً ونحو ذلك

Maksudnya, bahwa seorang suami harus memenuhi kebutuhan biologis istri dan mengupayakan agar istri turut menikmati hubungan badan itu, sebagaimana dia menikmatinya. Dia bisa melakukan beberapa tindakan untuk mewujudkan hal itu, misalnya diperiksakan ke dokter atau menggunakan obat atau semacamnya. (Fatawa Syabakah Islamiyah, 25893)

Berdasarkan pertimbangan di atas, Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah menganjurkan agar suami yang mengalami “cepat keluar” untuk menggunakan ramuan atau cara lainnya dalam rangka mengobati kekurangannya. Salah satu penanya mengutarakan, bolehkah menggunakan obat untuk mengatasi ejakulasi dini.

Nah itulah sedikit bahasan artikel tentang “Bolehkah Menggunakan Ramuan Tahan Lama Dalam Islam?” semoga dengan artikel di atas, pertanyaan Anda dapat terjawab. terimakasih

dilansir dari: konsultasisyariah.com