istri minta duluanIstri Minta Duluan,- Adakalanya dimana suami tidak ada gairah untuk berhubungan intim, entah karena stress, tuntutan pekerjaan, kelelahana atau mungkin istri yang selalu “dingin” saat diajak bercumbu.

Untuk itu wanita harus berinisiatif terlebih dahulu dengan “minta duluan”, ya, Anda tidak salah, wanita minta berhubungan seks duluan bisa membuat suami lebih bergairah lagi saat diranjang?

Bagaimana Kalau Istri Minta Duluan?

Bagaimana jika minta berhubungan badan duluan? Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh beberapa wanita yang sudah bersuami, memang cukup banyak yang menganggap bahwa istri minta duluan dalam Islam merupakan hal yang tabu dan harus dihindarkan. Pada dasarnya, gairah suami bisa saja surut seiring berjalannya waktu jika sejak awal sang istri memang menahan diri untuk melakukan cengkeraman mesra terhadap suami.

Sang istri juga akan terkesan bersikap dingin yang membuat suami secara sengaja mengurangi gairahnya. Padahal apabila ditilik lebih lanjut, istri ini mungkin memang membutuhkan kehangatan dari suaminya.

Sayangnya, ia terlalu malu untuk menyatakan apa yang tertera dalam hati untuk “Istri Minta Duluan” . Sesungguhnya kondisi terbaik adalah pada saat sang suami mengecup serta memberikan kasih sayang pada istrinya, sang istri menerima hal tersebut dengan tangan terbuka dan kasih sayang yang melimpah pula.

Berikut merupakan aspek lain mengenai istri duluan yang meminta hubungan suami istri (seks). Istri yang tahu caranya membangkitkan ketertarikan suami akan selalu bisa meraih kehangatan dari pada suami. Hal ini berlaku sekalipun hasrat sang suami sangat sulit terbangkitkan.

Istri tidak akan malu untuk mengajak suaminya berhubungan dan akan mendapatkan hubungan yang mesra setelahnya. Ini sesungguhnya sudah diridhai oleh Allah karena dari suatu pasangan suami istri, Allah mengharapkan hubungan yang penuh kasih sayang sekaligus mesra.

Jadi, bagaimana jika istri minta duluan? Kata siapa istri yang tidak malu berinisiatif tidak akan diridhai dan diberi berkah oleh Allah? Kondisi yang terjadi justru sebaliknya. Istri yang berani meminta duluan akan senantiasa mendapatkan kebahagiaan karena kasih sayangnya kepada suami selalu mendapatkan tempat yang tepat.

Bukan hanya saat sang suami melakukan hubungan intim yang membuatnya bahagia, mengetahui bahwa ia menyimpan benih suaminya sendiri di dalam rahimnya, keharmonisan rumah tangga yang akan selalu ia dapatkan di dalam maupun luar rumah, serta menyayangi jiwa baru yang merupakan hasil peleburan dari ia dan suaminya sendiri pun akan menimbulkan kebahagiaan yang tidak terhitung besarnya kepada sang istri.

Bahkan Sayyidina pun pernah menyatakan bahwa wanita terbaik merupakan wanita yang tidak malu sama sekali saat membuka baju untuk suaminya sebelum berhubungan intim. Saat wanita tersebut sudah memakai bajunya kembali, baru boleh ia merasa malu. Jika istri juga berani meminta duluan untuk melakukan hubungan intim tersebut, suami tak akan pernah bosan dan selalu bergairah.

Pada akhirnya, bukan hal yang tidak mungkin bahwa sang suami yang biasanya tidak bergairah justru meminta duluan di lain kesempatan. Tentu saja hal ini akan menambah kebahagiaan lain di hati istrinya. Kepuasan mendalam juga akan selalu dirasakan sang istri setelah berhubungan intim, istri yang langsung merasa tenteram setelah melakukan hal tersebut umumnya memiliki rona merah di pipinya. Bukan hanya gairah yang ia rasakan, melainkan kasih sayang mendalam yang tak henti-henti untuk suami sekaligus anaknya kelak.

Jadi dari poin-poin di atas, adalah lumrah bahwa sang istri suatu saat meminta hubungan intim duluan. Istri “minta” duluan? Ini penjelasan Islam yang sudah bisa dibaca sebelumnya. Dan tentu saja, jika Anda sebagai istri memang berniat untuk melakukannya, nyatakanlah kepada suami tanpa malu.

Lantas Apakah Boleh Jika Istri Minta Hubungan Intim Duluan Dalam Islam?

Hukum istri mengajak suami berhubungan, alam masyarakat kebanyakan kita, adalah sesuatu yang tabu bagi seorang wanita membicarakan dan meminta hubungan suami istri. Bagaimana hal itu dalam Islam?

Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami, bapakku memberitahuku, dia berkata, ‘Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi.

Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini. Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya. Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, ‘Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?’

“Ada yang menjawab, ‘Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.’

‘Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit,’ kata Zainab. ‘Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.’

“Maka akhirnya Zainab menikah dengannya,” kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, “selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.”

Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami. Sikap dingin adakalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya.

Tapi seperti minuman hangat yang didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.

Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim.

Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah.

Insya-Allah, seorang istri yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, kebahagiaan ketika bayi Anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma amin.

Benarlah nasihat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”

Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.

Jadi jika Anda, seorang istri, belum pernah mengajak suami untuk berhubungan intim duluan? Hmm, cobalah. Temukan sesuatu yang beda di sana… Anda akan merasakan suami Anda akan lebih mencintai dan memiliki Anda seutuhnya.

sumber google.com

Itulah sedikit pembahasan tentang “Bagaimana Kalau Istri Minta Duluan? Bolehkah dalam Islam?” semoga dapat menambah wawasan Anda ke depannya. Terimakasih…..